-

Belajar Fundamental Saham


lo kheng hong beli saham ayam PT multibreeder adirama indonesia ( MBAI )


di harga 250 rupiah sebanyak 6,2 juta embar saham ( belinya tahun 2005 )
dalam 6 tahun desember 2011 -- >  harga saham naik jadi 31.500

modal lo kheng hong saat beli  1.5 Miliar ( 6.2 juta lembar saham x Rp 250 )  menjadi 200 miliar  ( 6.2 juta lembar saham x Rp 31.000 ) dalam 6 tahun

Profesi anda adalah Value investore ..


Loh Kheng hong sering bilang sleeping investroe 
dalam buku ryan filbert ada 2 jenis 
  1. Fundamentalis growth investor ( investor yang membeli perusahaan perusahaan yang bertumbuh ) 
  2. Fundamentalis value investor : mencari perusahaan kuda hitam yang akan siap menjadi bintang 

KESIMPULAN


ada 2 point penting cara nabung saham :
  1. Beli saham yang seperti apa ?
  2. Belinya kapan ?
Point 1 . beli saham yang
  1. perusahaan yang bertahan terus di LQ45
  2. perushaan laba bertumbuh terus menerus better 5 tahun berturut tumbuh
  3. perusahaan yang mengubtungkan
  4. utangnya sedikit
Point 2 . belinya kapan ?
  1. buy in bad time , sell in good time
  2. saat perusahaan bagus dan harga sahamnya salah harga, atau terdiskon
  3. cara hitung saham salah harga ?
  4. PBV < 1 .. atau PBV lebih rendah dari PBV tahun tahun sebelumnya ( kecuali perusahaan perusahaan besar seperti ASII biasanya PBV tidak bisa kurang dari 1 krn perusahaan kuat ) .. utk perushaan kuat anda bisa beli saat harga lebih tendah dari future valuenya ( PBV ingin menyampaikan bahwa harga saham salah harga /sedang diskon atau tidak .. Jika PBV < 1 artinya sedang diskon )
  5. PER rendah dibandingkan perusahaan sejenis ( PER < 10 )  .. atau PER Lebih rendah  dari PER 5 tahun terkahir ( PER ingin memberitahukan jika kita beli sahamnya  dengan laba yng bisa dicetak tiap bulannya kira kira balik modal kapan ya ? PER =10 artinya 10 tahun baru balik modal .. yang bagus adalah PER < 10 .. PER rata rata IHSG adalah 15
  6. ROE 15 - 20  %
  7. EPS terus bertumbuh 5 tahun terakhir
  8. DER < 1
  9. dividend yield 1-4 %
  10. NPM > 7.5 %
  11. Bagi dividend 10 tahun berurut


PBV < 1 x


PBV digunakan untuk menemukan saham yang salah harga  ..

Carilah perusahaan bagus yang dijual murah / sedang salah harga / terdiskon 
ilustrasinya " Beli mercy harga bajaj .. jika menemukan ada org jual mercy dijual seharga bajaj itu PBV < 1 artinya bagus

investor ingin tau apakah harga saham saat ini udah sesuai dengan ekuitasnya

PBV hitungnya ada 2 cara

cara buku dan cara andika sutoro
cara buku PBV = Price / BVPS
cara andika sutoro PBV = market cap / equity 

PENTING !!!


ADA 2 RUMUS untuk Hitung PBV
CARA 1 : PBV = Market Cap / Equity
CARA 2 : PBV = Price / BVPS
CARA 1 : ANALISA PBV menurut LOH KHENG HONG ANDIKA SUTORO

CARA ANALISA  PBV paling enak adalah cara andika sutoro ..dan Loh Kheng Hong 

lihat aja Market Cap nya .. dan Equity nya 
Jika Equity nya lebih besar dari market Cap nya

BAGUS !! artinya PBV pasti < 1 
Misal PBV BBCA tahun 2018  = market cap : 72 triliun ...dan Equity nya 151 Triliun 
Rumus PBV = market cap / equity
                    = 72 triliun / 151 triliun
                   = 0.48 x


artinya BBCA harganya sedang terdiskon 52 %
JAdi ingat jika suatu saham EQUITY lebih BESAR dari MARKET CAP artinya BAGUS .. Artinya harga sedang terdiskon !!!


LSIP memiliki Ekuiats lebih besar dari market cap nya
ini bagus bgt berarti saham ini lagi murah ...
Pak Loh khe hong bilang jika equity lebih besr dari market cap bagus
dan PBV nya 0.75 x

ini artinya bisa diilustrasikan .. Ada Saham yang harganya 1 Miliar tapi dijualnya hanya Rp 750 juta artinya jika anda beli sekarang anda dapaty harga murah sekali

HArga wajar sering juga disebut Book Value Pershare -- > 1.257

jadi harga wajar LSIP adalah seharusnya 1.258 namun saat ini sedang dijual diharga 945
jadi kesempatan bagus utk BUY

cara hitung BVPS adalah = Equity / Issued Shares
                                                     = 8.58 Triliun / 6.82 Miliar
                                                     = 1.257
*issued shares adalah jumlah lembar saham yg beredar

PBV = harga saham/ BVPS

( PBV versi andika sutoro = Marketcap / ekuitas ) 

Ilustrasi PBV : Beli mercy seharga Bajaj 

suatu saat teman anda jual mercy karena usaha bangkrut dan harus bayar hutang .. Mercy itu jika dijual seharusnya harganya masih Rp 100 Juta .. Namun djual ke anda seharga Rp 50 juta ..

( karena teman anda sangat butuh uang ) 

maka anda harus beli mercy itu .. karena anda akan beli mercy murah sekali dan ercy itu masih bgaus sekali 
PBV           = Price saat ini / Ekuitas ( ekuitas adalah modal )
PBV mercy =  50.000.000 / 100.000.000
                  = 0.5 x 

PBV dibawah 1 artinya bagus ..

artinya anda beli setengah dari harga asli mercy tersebut 
sometimes ada perusahaan yang bernilai bagus namun sedang salah harga ..

Di situlah anda Beli perusahaan tersebut .. sama seperti ketika anda beli mercy seharga bajaj dari teman anda diatas 

CARA 2 : ANALISA PBV Pada Umumnya
Rumus : 
PBV = harga saham/ BVPS

(BVPS adalah Book Value Per share alias ekuitas dibagi jumlah saham beredar ..

jadi untuk dapat PBV anda harus hitung BVPS nya dulu ... ekuitasnya harus dibagi dengan jumlah saham beredar dulu ) 

contoh nyata dalam lihat laporan keuangan ASII

berapa PBV di kuartal 1 tahun 2014 ?
 Ekuitas ASII adalah 88.9 triliun dan saham yg beredar adalah 40.5 miliar
88.9 triliun dibagi 40.5 miliar maka akan ketemu harga rp 2.197 
harga rp 2.197 inilah yg disebut dengan Book value Pershare ( atau  bisa disebut juga present value ) pada kuartal 1 tahun 2014
Jika harga ASII saat ini adalah Rp 7.200

ingat rumus            

 PBV = harga saham saat ini / BVPS
          = Rp 7.200 / Rp 2.197
PBV = 3.3 x 
artinya Harga ASII saat ini 3.3 x lebih mahal

artinya juga anda berani bayar ASII 3.3 x lebih mahal 

jika seandainya  harga ASII saat ini Rp 1.197 ... itu bagus sekali anda harus beli
karena PBV nya = 0.5 
artinya anda beli saham bagus di salah harga / sedang terdiskon

STUDY CASE GILA analisa Loh Kheng Hong 

LKH beli saham INDY  ( perusahaan tambang ) diangka Rp 110 saat indy jatuh dari Rp 1.500 menjadi Rp 110 

menurut LKH perusahaan indy bagus namun sedang salah harga ..

jadi kesempatan emas untuk beli
analisanya : Ekuitasnya INDY 9 triliun namun ...
jumlah saham beredar 5.2 miliar lembar
5.2 miliar lembar saham beredar  x Rp 110 harga saham saat itu = Rp 570 Miliar  

harga pasarnya hanya Rp 570 miliar sedangkan  Ekuitasnya  9 triliun  !! ..maka perusahaan ini salah harga !!

jika dilihat PBV nya 
PBV = harga saham / BVPS 
        = Rp 110 / ( 9 triliun ekuitas : 5.2 miliar saham beredar )
        = Rp 110 /  Rp 1.730
        = 0.06 x

GILA MURAH BGT !!!

kesempatan emas untuk Beli !!
Dan it's True dalam 6 bulan harga sahamnya menjadi Rp 600 dari rp 110 dan edannya lagi tahnu 2019 ini harga saham menjadi Rp 1.420 

LKH punya saham INDY dari Rp 110 !! wedann !
PBV dibawah 1 adalah murah sangat bagus !!!
Misalnya Harga ASII adalah Rp 10.000 
dan anda beli di harga Rp 5.000 
berarti PBV nya adalah 0.5 

PBV dibawah 1 BAGUS ..

artinya anda beli diharga saham salah banyak !!artinya juga  anda beli diharga diskon
NAMUN perusahann perusahaan besar biasanyanya PBV nya di atas 1 .. 

ada penilaian lain utk menilai harga wajar saham bluechip yaitu menggunakan ROE 

Analogi PBV 

Misalnya Berto memiliki bisnis nasi padang modal pertama 10 juta
setelah 5 tahun perusahaan tumbuh .. dan modal bertambah dari 10 juta menjadi 50 juta

dan menghasilkan laba 5 juta sebulan .. 
lalu BErto ingin jual nasi padangnya ..

Namun karena sudah menghasilkan 5 juta sebulan .. Maka Berto ingin jual bisnis nasi padangnya tidak di harga 50 juta ..

namun di harga 100 juta ..

karena bisnisnyua sudah menghasilkan laba stabil 5 juta sebulan .

maka di jual 100 juta
jika menghasilkan laba 5 juta tiap bulan .. aka jika anda beli bisnis nasi padang itu akan balik modal 20 bulan kemudian 

Nah .. 

kira kira..jika anda beli nasi padang berto di harga 100 juta .. dengan potensi BEP dalam 20 bulan .. 
menurut anda wajar tidak harga 100 juta tersebut ??

ya wajar karena perusahaan nasi padang bagus dan sedang bertumbuh

maka Jika anda beli bisnis nasi padang berto .. 
maka PBV berto adalah 2 x dari nilainya ..

krn nila sebnarnya adalah 50 juta dan dijual 100 juta 
JAdi anda beli saham nasi padang Berto diharga
cukup tinggi yaitu PBV 2 x !!

yang ga wajar seperti apa ?

** Jika seandainya Berto mabok dan butuh uang .. dan jual bsinis padangnya hanya rp 25 juta ..

namun menghasilkan laba 5 juta tiap bulan ... 

ini artinya adalah harga saham bisnis nasi padang berto salah harga dan sangat murah 

PBV nya berarti 0.5 x ( dibawah 1 ) .

.karena harusnya nilai wajarnya 50 juta..tapi dijual Rp 25 juta saja 

Nah jika anda belli maka anda akan sangat untung besar ..

karena anda membili saham nasi padang berto diharga salah harga .. 

NAh ini penting ..

jika anda berhasil menemukan saham saham bagus yang dijual salah harga seperti itu maka anda keungkinan besar akan berhasil krn harga saham biasanya akan naik 
Book Value : Nilai Buku 

Nilai buku adalah ekuitas dibagi jumlah saham beredar 

yg dipakai dalam menghitung PBV 
Nilai buku adalah ekuitas dibagi jumlah saham beredar 

ROE > 15% - 20%
ROE untuk mencari apakah saham tersebut menghasilkan laba ?


ROE = laba / Ekuitas 
ROE dapat diartikan berapa sih laba yang bisa dihasilkan dari dana investor yang masuk ke perushaan

JIKA UANG YANG ANDA TARUH MENGHASILKAN LABA YANG BESAR PASTI ANDA AKAN SANGAT HAPPY SEKALI BUKAN ? .. NAH INI DIHITUNGNYA MELALUI ROE

misalnya : 

dana investor yg masuk (ekuitas) 40 miliar 
dan dalam tahun itu bisa hasilkan laba 10 miliar 
maka ROE =  25 %

artinya perusahaan hebat sekali ., dengan menggunakan dana investor sebesar 40 miliar mampu mengahsilkan laba 10 miliar 
UNVR ROE nya bisa 125 % Gilaa ini perusahaan bagus banget

Tapi Belinya nanti ya ..PASTIKAN SAAT JATUH SEKALI ATAU PBV nya rendah !!!
kalau anda memiliki perusahaan bertumbuh..anda seperti memiliki mesin pencetak uang  !!!


NPM > 10
Net PRofit margin > 10
NPM adalah nilai bersih per yang dijual
jadi anda harus menghsilkan 2 digit utk net prodit per barang yang anda jual

mengapa harus diatas 10 ? 

karena inflasi kita 7 % krn itu NPM saham yang anda beli harus > 10 


DER < 1 x
DER untuk mengetahui apakah utangnya lebih besar dari modalnya ( ekuitasnya ) ?

Cth DER INDF misalnya adalah 0.5  ..

artinya bagus berarti utangnya lebih kecil dari modalnya ekuitas
DER < 1 adalah bagus 
DER utk menghitung UTANG  perusahaan sebagai gambaran utk melihat apakah perusahaann itu bagus atau tidak

DER HARUS KURANG < 1 

MENGAPA ? 

JIKA DER LEBIH DARI 1 MAKA UTANGNYA LEBIH BESAR DARI 

DER membandingkan utang perusahaan dengan ekuitasnya .. 

apakah utangnya lebih besar dari ekuitasnya ( modal nya ) ?? 

kalau utang lebih besar dari ekuitasnya..kurang bagus krn perusahaan ini utangnya banyak bgt .. 
( namun ada saham tertentu yg butuh utang utk maju )
DER = total utang / total ekuitas ( dana investor saham )
crh

utang perusahaan 60 miliar
ekuitasnya : 40 miliar
 rasio DER 1.5 x

artinya oerusahaan ini punya utang 1.5 x lebih besar dari ekuitasnya

DER semakin rendah semakin bagus
DER dibawah 1 bagus
namun tergantung jenis usahanya
jika DER diatas 1 pembandingnya adalah saham lain dari sektor yg sejenis
apakah lebih kecil DER nya dari saham lain
bandingian DER dengan tahun sebelumnya apakah makin membaik atau tidak
perhatikan apakah utangnya lebih besar dari ekuitasnya ?
jika iya kurang bagus
dan apakah utang jgk panjangnya lebih besar ? itu lebih bahaya lagi

PER < 10 x 
-- > sering disebut juga P/E Ratio atau PE
PER untuk mengetahu jika beli saham tersebut berapa lama ya balik modalnya ?
cth PER 14 x . artinya jika beli saham INDF berarti kita balik modalnya 14 tahun

PER yang bagus umumnya adalah PER < 10 

YANG MENYEBABKAN PER tinggi  :

1 Harga saham melonjak tinggi
2 Laba PErusahaan Turun drastis
PER itu mengibaratkan jika anda beli sebuah saham kira kira akan balik modalnya berapa lama ya ? 
Misal ..harga saham perusahaan A adalah Rp 2.000 dan EPS ( laba per lbr saham adalah  nya Rp 100 
maka PER nya adalah 
PER = Price/EPS
        = 2.000 / 100
       = 20 
PER = 20 artinya adalah jika anda beli perusahaan A di harga saat ini RP 2.000 dengan asumsi laba bersih nya stabil di angka Rp 100 maka anda akan balik modal 20 tahun kemudian .. 

Angka rp 2.000 menunjukan sebara[a mahal harga saham saat itu .jika dilihat dari PER nya kita beli harga di Rp2.000 harapannya kita dapat harga murah ..namun ketika dilihat laba nya kecil dan di cek PER nya ternyata balik modalnya selama 20 tahun ..

maka kita beli harga di Rp 2.000 adalah mahal 
karena itu PER yang masuk akal dalam saham adalah PER < 10 .. 

jadi kita investasi uang di harga saham saat itu .. jika PER nya < 10 itu adalah wajar ..jika balik modal selama < 10 tahun adalah wajar 
PER rata -rata  saham di IHSG adalah 15 x .. jika anda menemuka saham PER < 10 itu bagus untuk di beli 

Ilustrasi tentang PER : 


cth : Bloop di hargai 100 juta . Bloop bisa memberikan keuntungan/laba  50 juta setahun .
Artinya jika anda membeli Bloop , anda akan balik modal dalam waktu 2 tahun 
Cara hitungnya  100 juta : 50 juta = 2
Angka 2 ini yang disebut PER
PER : price earnings ratio

PER = harga saham dipasar /EPS

EPS = laba perlembr saham
PER dihitung  dengan cara membandingkan harga saham di pasar dengan laba bersih persaham ( EPS )
jadi harus ihitung EPS nya dulu
EPS dihitung dari laba bersih dibagi dengan jumlah saham beredar
semakin rendah PER baguss !! artinya semakin murah saham'

contoh ASII 2018 

harga saham saat itu Rp Rp 8.220
EPS = Rp 535 
maka PER = harga saham saat itu / EPS
          PER = 15.37 x 
artinya jika beli saham ASII sekrng kira kira anda akan balik modal 15 tahun kemudian dengan asumsi menghasilkan laba yang sama setiap tahun yaitu Rp 535

PER digunakan utk menentukan timing beli saham apakah harga saham sedang salah harga ?
jika sedang terdiskon atau salah harga indikator bisa dari PER yg sedang rendah

PER rata rata IHSG adalah 15 x .. 

jadi jika anda menemukan saham yang PER nya dibawah 15 X berarti sedang bagus , saham sedang salah harga atau terdiskon
cth Lo Kheng Hong pernah beli saham dengan PER 4x .. 

Normalnya PER < 10 x bagus utk buy

Tinggal cek laporang keuangannya lalu BUY !!

TIMING TO BUY SAAT PER < 10 

PER Setiap perusahaan Bisa berubah ubah disinilah TIMING anda BELI ketika PER ada < 10 x
contoh : Saham A bulan januari harganya adalah Rp 1.000 dan EPS nya 80 .. PER nya berarti 12.5 x 
Namun pada bulan februari harga saham A turun menjadi Rp 800 dan EPS nya 80 .. PER nya berubah menjadi 10 X 

Nah ketika PER turun dibawah atau sama dengan 10 ini lah TIMING ANDA UNTUK BUY !!

karena saham bagus sedang salah harga atau sedang diskon !!

** HATI HATI PER tidak boleh negatif .. KArena jika NEgatif berarti labanya Minus 

cth PER PER yang tinggi
RS Siloam Harga PErsaham tahun 2015 Rp 13.700 dan EPS nya adalah 60.89 ( EPS bisa dilihat di laporan income statement paling bawah ) 
maka PER nya adaalh 
PER = price / EPS 
        = 13.700 / 60.89
PER = 224

jika melihat saham seperti ini berarti jgn beli dulu karn PER terlalu tinggi artinya anda baru akan balik modal 224 tahun ! jika beli saham di Siloam
th PER PER yang tinggi

RS OMNI Hospital  Harga PErsaham tahun 2015 Rp 2.845 dan EPS nya adalah 49.21 

maka PER nya adaalh 
PER = price / EPS 
        = 2.845 / 49.21
PER = 57.8 

jika melihat saham seperti ini berarti jgn beli dulu karn PER terlalu tinggi artinya anda baru akan balik modal 57.8  tahun !

jika beli saham di omni hospital ..
namun ada pertimbangan lain jika anda benar benar menginginkan saham Rumah sakit better masih beli saat ini omni hospital daripada RS Siloam..karena PER nya masih lebih rendah 

PER yang bagus adalah PER < 10 x
PER rata rata saham saham IHSG adalah 15 x 


PER juga bisa dibaca dari rata rata PER perusahaan tersebut selama 5 tahun

jika rata rata PERnya ASII adaalah 15 x 
dan saat ini PER adalah 10 artinya cukup bagus untuk memutuskan Buy
hitung harga wajar dengan PER bagus belajar daru video ryan filbert -- > 


Dividend Yield  Payout Ratio > 30% 
ratio keuangan yg mencerminkan nilai dividend yang dibagikan terhadap EPS
EPS rp 100 dan dari 100 itu laba yang dibagikan adalah Rp 30 .. maka dividend payout rationya 30 %


Dividend Yield  : 1 - 4 %
ratio keuangan yg mencerminkan nilai dividend yang dibagikan terhadap harga saham 
Perusahaan membagikan Rp 20 per lembar saham..dan memiliki harga saham perlembarnya Rp 400 


dapat dikatakan berarti memiliki dividend yield 5 % 
menentukan harga saham bagus atau tidak bisa juga dari dividen yieldnya
artinya dalam setahun perusahaan tersebut minimal 1 x setahun dan berapa persen dividen yieldnya
makin tinggi dividend yield makin bagus
misal sebuah saham membagikan dividen rp 400 /lembar saham .. 
dan harga saham itu saat ini ada di Rp10.000
Dividend Yield = dividen perlembar saham  / harga saham saat ini

maka dividend yieldnya adalah : rp 400/ rp 10.000 = 4 persen

makin tinggi dividend yield makin bagus

Gunakan stock screener utk mencari mana perusahaan yg PBV dibawah 1 , mana perusahaan yg ROE nya diatas 20 % dll
ada dimana ?

Google Finance stock screener
investing.com stock screener
dan aeterusnya
masukan market cap ( kapputaljsasi pasar )  di dalam stock screener agar yg di screener perusahaan yg liquid saja yg market capnya besar
market cap adalah harga saham x jumlah saham beredar
Screener
PER < 10 %
PBV < 1
ROE > 15 -  20 %
dividend yield 1-4 %


NILAI WAJAR saham atau sering disebut nilai intrinsik
misal harga saham A saat ini adalah rp 10.000
namun setelah kita analisa .. nilai wajar saham A seharusnya adalah Rp 25.000 .. 



maka anda harus beli saham tersebut .. krn harga di pasar salah harga !! harusnya saham itu dihargai rp 25.000 bukan rp 10.000

maka jika anda beli anda akan  masih memiliki kesempatan beli di harga rp 10.000 dan beraharap akan dapat untung rp 15.000 atau sekitar 150 persen
apa itu valuasi ?


teknik menghitung nilai wajar saham dan membandingkan dengan nikai saham tersebut di pasar saham

apakah harga saham dinikaibterlalu tinggi atau terlalu murah dari nilai wajar seharusnya
jika harga saham di pasar ternyata nilainya lebih murah daripada nilai wajarnya.. maka segera beli saham tsb

saham di pasar jika lebih murah daripada harga wajarnya .. disebut dengan undervalue


Margin Of Safety 


Selisih harga saat ini .. jika anda berhasil memperkirakan harga wajar dan anda bisa beli saham di bawah harga wajar .. selisih tersebut yang disebut dengan margin Of Safety 

Misal anda berhasil menghitung memperkirakan harga wajar INDF adalah di angka Rp 10.800
dan harga saham INDF saat ini adalah rp 7.225 
anda bisa Buy saham tersbut ..

karena kemungkinan saham tersbut masih akan naik ke Rp 10.800 ( ke nilai wajarnya ) 
seleish dari Rp 7225 ke Rp 10.880 disebut dengan margin of safety 

artinya bila saham yang anda turun terus tenang saja karena harga wajarnya sebenarnya diangka Rp 10.800
EPS Growth  >  20%
EPS Growth dari tahun sebelumnya ke tahun ini naik 20 % adalah bagus 

-------
CA 
Current Ratio = Current asset / Current liabilities 
rasio = membandingkan utang dengan asset lancar .. 
Jika CA < 1 .. Bahaya !!!
berarti utang lancarnya lebih besar dari asset lancarnya 

 ..sebenarnya utang itu baik saja ..namun jika terlalu besar dan asset terlalu kecil ada indikasi perusahaan tersebut padat utang .. 

CA yang bagus umumnya > 2 



CFC
Cash Flow Per Share

 *** Cash Flow pershare untuk mencocoka apakah EPS nya masuk akal atau tidak 
Cash FlowPershare = Cashflow -prefered dividen / share outstanding
menghitung berapa besar alokasi cash flow perusahaan terhadap setiap lembar saham 


Mengapa penting ? 
Ingat EPS adalah tolak ukur investor untuk melihat seberapa menariknya saham untuk dibeli 
Dengan perhitungan lebih sederhana dari dividen , komponen ini lebih detail membuat kita berpikir apakah saham semakin menarik untuk di beli atau tidak 

Apakah ada perusahaan yang dividen menarik namun cashflow buruk ?? 
JAwanya ADA !!!

yaitu dengan tidak melaporkan kerugian anak perusahaannya dalam laporan konsolidasi, mencatat sebagai asset , menunda pembebanan pengeluaran
Cash Flow pershare untuk mencocoka apakah EPS nya masuk akal atau tidak 
selanjutnya adalah Price / cashflow pershare utk membandingkan harga dg cashflow pershare yang telah kitahitung

Tujuan : untuk mendapatkan pertimbangan harga saham dg nilai cashflow pershare . makin tinggi semakin mahal harga saham
Analisa Cash Flow / Arus Kasi 
PErusahaan bagus harus cash flow operational nya positif .. aertinya pendapatan/omzet perusahaan bagus dan kas masuk 
Cash flow adalah darah perusahaaan makin turus kas makin bahaya !!


PEG
Price earning to Growth Ratio
PEG = PER/EPS
EPS yg digunakan adalah EPS Growth 5 tahun
PEG harus dibandingkan dengan saham lain di sektor sejenis .. MAna PEG yang lebih kecil itu lebih bagus dan layak di beli


PEG di populerkan oleh Peter Lynch 
Peter Lynch dijuliki The Star of GARP Manager  ( Growth at Reasonable Price ) .. BErtumbuh dengan harga masuk akal 
GARP adalah persilangan growth investing dan value investing.


contohnya seperti ini : 
Ada 
SAHAM A  : PER 10 
SAHAM B : PER 12 
mana yang lebih mahal ? ..tentu SAHAM B..
namun PeterLynch melihat lagi dari sudut pandang pertumbuhannya
jika SAHAM A : bisa memberikan pertumbuhan laba 15 % dan saham B bisa memberikan laba lebih tinggi yaitu 25 % 

MAna yang harus anda pilih ? 
untuk itu harus dihitung dulu untuk mengambil keputusan .. 
Langkah 1 : Bagi PER dengan pertumbuhan laba
SAHAM A ; 10 / 15 = 0.67
SAHAM B : 12/25 = 0.48
DAri perhitungan maka Saham B lebih kecil hasilnya .. maka Saham B lah yang lebih menarik untuk di BELI !! 
itulah yang dikenal dengan PEG .. Price earning to Growth Ratio

pelajari ini yg bahas byk ttg peter lynch 


BOTTOM LINE = Laba bersih perusahaan
karena tempatnya laba bersih biasanya dibawah maka sering disebut bottom line
Top Line  = Pendapatan perusahaan 
Karena tempatnya paling atas

Disposable income : 
Pendapatan yang siap digunakan untuk konsumsi / nabung


Capital Expenditure ( CAPEX ) : 
belanja modal perusahaan untuk meningkatkan kinerja perseroan 


Benchmark : 
standar pembanding. Cth rekasadana suka dibandingkan dengan IHSG ... IHSG berfungsi sebagai benchmark dari kinerja reksadana tsb 
atau IHSG sebagai benchmark portolio saham yg kita miankan sendri

misal kita bisa hasilkan 24 % setahun .. sedangankah IHSG hanya hasilkan 12 % ... berarti portfolio anda keren sekali


Hedging :
aktivitas strategi untuk menghilangkan potensi kerugian di masa depan .. dengan cara membeli option

Margin Call :
kondisi dimana modal yg anda miliki dan digunakan beli saham dengan metode leverage tidak mencukupi akibat penurunan harga saham .. sehingga anda harus menambah dana jika tidak akan kena aauto loss atau force sell


TTM = Trailing Tweleve Month = 12 bulan terakhir
TTM adalah singkatan dari Trailing Twelve Month, menggambarkan data yang digunakan adalah 4 kuartal terakhir tanpa dibatasi tahun.

laba yang diatribusikan ke entitas induk
ini yang sering digunakan investor untuk analisa
yang laba non pengendali tidak dipake karn itu labanya milik partnernya perusahaan tersbut
laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk.


Nilai ini didapatkan dari laba bersih/net profit perusahaan dibagi dengan jumlah saham yang beredar.


laba komprehensif yang Dapat didiatribusikan
Apa itu penghasilan komprehensif?
“Sederhananya, penghasilan komprehensif adalah penghasilan yang diperoleh perusahaan yang tidak berasal dari aktivitas operasi perusahaan. Misalnya: penghasilan dari keuntungan kurs/nilai tukar, penghasilan dari penjualan merk dagang/lini usaha dan sebagainya”


Disinilah dituntut kejelian seorang investor.
Sering kali para investor membeli saham karena keuntungan bersihnya yang tiba-tiba melonjak pada periode tertentu. Padahal sebenarnya keuntungan itu tidak berasal dari aktivitas operasi perusahaan.
Sehingga diperiode selanjutnya laba bersihnya kembali turun karena keuntungannya tidak berulang dan tentunya ini akan diikuti dengan penurunan harga sahamnya.


Equity  : sering disebut juga Book Value

PER = harga saham saat ini /EPS


Jika anda ingin investasi BBRI 20 tahun 
dan EPS BBRI saat ini disetahunkan adalah 262 
PER = harga saham / EPS
10   = ..................      / 262
maka akan ketemu Harga = 10 x 262 
                                             = 5.240
Harga BBRI saat ini adalah 3.870 
artinya jika anda ingin koleksi BBRI sampai 20 tahun bisa anda koleksi ... krn dalam 20 tahun perkiraan anda harga BBRI akan mencapai 5.240
sedangkan jika anda beli sekarang masih di harga 3.870 .. dan masih akan menuju ke harga 5.240 .. jadi bagus di koleksi jika anda ingin invest BBRI sampai 20 tahun 
contoh 2

PER = harga saham saat ini /EPS
Jika anda ingin investasi PTBA 10 tahun 
dan EPS PTBA saat ini disetahunkan adalah 455
PER = harga saham / EPS
10   = ..................      / 455
maka akan ketemu Harga = 10 x 455
                                             = 4.550

Harga PTBA saat ini adalah 4.040

artinya jika anda ingin koleksi PTBA selama 10 tahun masih bagus untuk di koleksi ... karena PTBA masih akan menuju ke 4.550

dan jika anda beli saat ini di harga 4.040 adalah murah !

that's why inevstasi saham adalah biasanya diatas 10 tahun - 20 tahun 

PILIH EPS yang setahun .. ini EPS IPOT dan EPS contoh dari ryan filbert kira kira angkanya mirip mirip 

Cara Analisa Saham dengan RTI